Ngaji Bareng Puthut EA

Ngaji Bareng Puthut EA
Iklan Bawaslu Tuban

Oleh: Alfian H.L*

Tuban Literasi – Selasa, 15 Agustus 2017, Kami rombongan Gerakan Tuban Menulis (Saya, Wawan, Zubed, Rochim, Pak Muklis) meluncur ke Kabupaten tetangga, Bojonegoro. Selepas Isya’ kami berangkat dengan mengendarai mobil. Seperti biasa, Pak Muklis menjadi pengendaranya, sebab dari kami berlima hanya beliau yang mahir untuk mengendarai mobil. Maklum, pak Muklis sudah lama menjadi driver handal yang sudah menjelajah pelosok negeri, khususnya Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Mobil melesat pelan sembari menikmati jalan Tuban yang bergelombang dan melihat hiasan lampu juga umbul-umbul di pinggir jalan yang dipasang untuk memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia. Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, bukan lagi usia muda dan pasti sedikit rewel.

Kepergian kami ke Bojonegoro hanya ingin bertatap muka dan ngangsu kaweruh dengan kepala suku Mojok.co , Puthut EA. Kebetulan beliau sedang melakukan perjalanan dari kota ke kota di Jawa Timur untuk berbagi pengalaman soal dunia literasi (bukan agenda pembacaan peta politik Jawa Timur), dan Bojonegoro menjadi kota terakhir untuk beliau singgahi.

Sesampainya dilokasi, kami disuguhi konsep diskusi yang asyik. Ngaostik, sebuah acara perpaduan antara diskusi literasi, kesenian musik dan teater yang disajikan dengan apik oleh teman-teman Bojonegoro. Panggung yang sederhana dengan hiasan lampu bak café dan backdrop lukisan wajah mas Puthut tengah berdiri didepan halaman sekretariat AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Bojonegoro. Para fans Mas Puthut dan pegiat literasi duduk santai dengan beralaskan karpet sembari menikmati sajian yang disediakan panitia.

Kami semua yang hadir malam itu larut dalam diskusi bersama mas Puthut. Beliau bercerita banyak, bukan hanyak persoalan tulis menulis, tetapi juga tentang pengelolaan suatu media literasi. Pria kelahiran Rembang tersebut memang dikenal sebagai seorang penulis dengan berbagai genre dan menjadi founder beberapa situs web, yaitu www.minumkopi.com , www.jombloo.co, dan www.mojok.co .

“Menulislah, karena menulis itu untuk menstrukturkan suatu gagasan”,

Ucapnya malam itu. Beliau juga memberikan tips bagaimana agar kita terlatih untuk menulis, salah satunya dengan cara menulis satu hari sekali berturut turut, minimal selama tiga bulan. Memang akan sedikit berat, tapi dengan adanya tekad itu akan sedikit membantu.

Acara berlangsung sampai pukul 23.00 WIB dan di penghujung acara ditutup dengan foto bersama mas Puthut. Malam itu banyak ilmu yang bisa kami dapat dari sang kepala suku Mojok. Semoga dilain waktu nanti Mas Puthut bisa berdiskusi dan ngopi bareng bersama teman-teman di Tuban. Salam

Pos terkait