Sambal Terasi, Sayur Bayam dan Kemerdekaan

Sambal Terasi, Sayur Bayam dan Kemerdekaan
Sumber Gambar : Cookpad
Iklan Bawaslu Tuban

Oleh: Amrullah AM

Tuban Literasi – Hari masih pagi. Tapi tak berkabut. Pagi di Tuban ya sama saja. Dinginnya biasa. Panasnya tetap membahana. Pagi ini. Emak saya sedang berbahagia. Emak saat itu entah kenapa mesem-mesem sendiri saat di dapur. Mungkin karena anak kesayangannya sedang berkumpul di rumah.

Bacaan Lainnya

Klontang.. Klontang.. Sebuah panci sedang bertubrukan dengan panci lainnya. Panci-panci itu telah dicuci. Karena masak telah usai. Pagi ini, emak sedang memasak sayur bayem. Sambel trasi, pindang goreng dan ote-ote.

Sayur bayem. Kata popeye, bayem banyak memberikan kekuatan. Tapi, bayem bagi emak saya ya sekedar sayur saja. Tak hanya bayem, dalam sayur itu dicampur dengan labu. Bumbunya sederhanya. Cukup bawang merah digerus dengan garam dan dicampur bumbu lainnya. Bumbu itu tak perlu di gongso (digoreng).

Tinggal diceburkan dalam air yang sudah mendidih. Jadilah kuah bayam.

Mari bergeser ke kanan. Ada tumpukan lauk. Itu ote-ote dan ikan pindang. Ote-ote adalah persekongkolan jahat antara wortel, cambah, dan tepung bercampur sedikit telur. Mereka bersatu dan menjerumuskan diri di minyak goreng panas. Duhh, betapa banyak lemak yang akan bertemu dalam satu makanan ini. Ote-ote memang sedang bersiasah. Di permukaan dia tampak menyehatkan. Tapi, di dalamnya menjerumuskan.

Nama ote-ote memang kontroversi. Sebab, sebagian orang kata ote-ote itu diartikan sedang bertelanjang dada. Jadi, orang kidulan menyebut kudapan ini dengan weci. Entah bagaimana alasannya. Ada pula yang menyebut dengan bakwan. Jadi, terserah saja mau disebut dengan apa kudapan ini.

Oke. Sekarang bergeser ke sebelahnya. Itu sambel. Sambel kebanggaan kami. Konon, dari tangan-tangan keluarga kami nyaris bisa membual sambel. Caranya gampang. Cabai, bawang merah, trasi dan garam. Diuleg. Lalu, tambahkan, jeruk. Begitu saja. Catatannya, diuleg tak perlu dengan lembut. Jadi, sambel akan terasa berbeda.

Sambel bagi keluarga kami adalah nafas. Sebab, setiap makan, sambel ini akan muncul. Meski tak merencanakan masak sambel pasti sambel akan tetap muncul. Sambel memiliki makna tersendiri bagi kami. Selain nafas sbel selalu membawa keharmonisan. Keberadaannya membawa kenyamanan. Makan pedas, akan membuat pikiran sumpek menghilang.

Seorang kawan pernah datang ke rumah dan mencicipi sambal. Mereka menyebut sambal kemerdekaan. Merdekalah mereka yang tetap bisa memakan sambal.

Pos terkait